Depok telah lama dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan tinggi di Jabodetabek. Kota ini menjadi rumah bagi sejumlah kampus ternama, terutama Universitas Indonesia (UI). Sepanjang 2026, dinamika pendidikan tinggi di Depok terasa semakin hidup. Berbagai kebijakan baru, inovasi akademik, hingga program beasiswa mewarnai perjalanan kampus-kampus di kota ini.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bahkan menyoroti pentingnya peran kampus dalam transformasi pendidikan nasional. Sejumlah kebijakan yang diterapkan tahun ini, seperti penghentian sementara kenaikan daya tampung PTN, turut mempengaruhi arah perkembangan kampus di Depok.
UI Bertransformasi: Prodi AI hingga Sekolah Vokasi
Universitas Indonesia (UI) mencatat sejumlah langkah strategis sepanjang 2026. Salah satu yang paling menonjol adalah pembukaan Program Studi Sarjana Kecerdasan Artifisial (AI) di Fakultas Ilmu Komputer. Rektor UI, Heri Hermansyah, menyebut pembukaan prodi ini sebagai respons atas pesatnya perkembangan AI yang kini diterapkan di berbagai bidang.
“Tentunya, kita tidak bisa hanya bersandar pada program studi-program studi yang konvensional,” ujarnya.
Heri menambahkan bahwa perkembangan AI tidak dapat dihindari, sehingga UI merasa perlu terlibat dalam menyiapkan sumber daya yang memiliki kompetensi spesifik di bidang AI. Pembukaan prodi ini menjadi bagian dari transformasi UI dalam menghadapi era digital.
Selain prodi AI, UI juga resmi mengubah nomenklatur kelembagaan dari Program Pendidikan Vokasi menjadi Sekolah Vokasi Universitas Indonesia (SV UI) pada 31 Juli 2026. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat tata kelola, relevansi, dan ekosistem pendidikan tinggi terapan.
“Standar pengelolaan saat ini sudah menyerupai fakultas atau sekolah. Tidak hanya mengelola program pendidikan saja, melainkan juga aset, sumber daya manusia, hingga anggaran secara otonom,” jelas Heri.
Kebijakan Pembatasan Mahasiswa dan Hunian
Wacana pembatasan mahasiswa masuk PTN yang mencuat pada awal 2026 turut mendapat respons dari UI. Rektor Heri Hermansyah menyatakan bahwa UI selama ini sudah membatasi jumlah mahasiswa berdasarkan kualitas.
“Jadi kalau kita nyari mahasiswa kita tuh bisa sampai 160.000, tapi kan kita tidak di situ, kita nyari berkualitas,” kata Heri.
Saat ini, jumlah mahasiswa UI mencapai 52.000 orang. Jumlah tersebut masih di bawah daya tampung maksimal jika dibandingkan dengan rasio dosen. Kendati demikian, UI tetap berkomitmen untuk menyeleksi mahasiswa secara ketat, dengan persentase keberhasilan masuk yang sangat rendah.
Di sisi lain, UI terus berupaya meningkatkan kesejahteraan mahasiswa melalui pengembangan hunian. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama UI berencana membangun International Student Housing di kawasan sekitar Stasiun Pondok Cina dengan kapasitas hingga 4.000 kamar di atas lahan seluas 1,7 hektar.
Menteri PKP Maruarar Sirait menekankan pentingnya pembangunan hunian yang berangkat dari kebutuhan pengguna. “Kita harus mulai dari mendengarkan calon penghuni, lihat kemauan dan kemampuan calon penghuni dulu, baru kita desain dan bangun,” ujarnya.
Transportasi Kampus: TransJakarta Masuk UI
Salah satu inovasi yang paling dirasakan mahasiswa adalah kehadiran Bus TransJakarta di dalam lingkungan kampus UI. Direktur Utama TransJakarta, Agung Wicaksono, menyatakan bahwa pihaknya menyiapkan 35 unit bus dengan rute UI-Lebak Bulus MRT dan UI-Manggarai yang terhubung dengan KRL.
“Bus TransJakarta masuk lingkungan kampus UI ini akan mulai beroperasi pada 1 Agustus,” jelasnya.
Mahasiswa tidak akan dikenai tarif jika hanya berkeliling di dalam kampus. Sementara untuk rute reguler, tarifnya Rp3.500. Kehadiran bus ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi di UI dan mendukung terwujudnya kampus hijau.
UNM: Kampus Digital Bisnis yang Terus Berbenah
Universitas Nusa Mandiri (UNM) menjadi salah satu kampus swasta yang terus mencatatkan kemajuan di Depok. Program Studi Magister Ilmu Komputer UNM berhasil meraih akreditasi Unggul, menunjukkan komitmen kampus dalam menyiapkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan industri digital.
Koordinator Marketing dan Komunikasi UNM, Wawan Kurniawan, menyampaikan bahwa akreditasi Unggul menjadi bukti keseriusan UNM dalam menghadirkan pendidikan magister yang berkualitas.
“Akreditasi Unggul pada Program Magister Ilmu Komputer UNM menunjukkan komitmen kami sebagai Kampus Digital Bisnis dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga mampu menjawab tantangan industri digital,” ujarnya.
Selain itu, Program Studi Sains Data UNM juga telah meraih Akreditasi Unggul. UNM juga menawarkan berbagai kemudahan bagi calon mahasiswa, termasuk beasiswa UTBK hingga 100 persen dan sistem pembayaran kuliah yang dapat dicicil setiap bulan.
UNM akan menggelar Masa Orientasi Kampus (MOKA) 2026 pada 19 September 2026 di kampus Margonda. Wakil Rektor II Bidang Non Akademik UNM, Arif Hidayat, menjelaskan bahwa MOKA bukan hanya kegiatan pengenalan kampus, melainkan langkah awal untuk membangun kesiapan mahasiswa dalam memahami sistem pembelajaran dan mempersiapkan kompetensi untuk dunia profesional.
Beasiswa dan Akses Pendidikan di Depok
Pemerintah Kota Depok melalui program Depok College Access (DCA) menargetkan setidaknya 500 warga dapat melanjutkan pendidikan tinggi tanpa biaya pada 2026. Wali Kota Depok Supian Suri menyatakan bahwa DCA dibentuk sebagai jembatan bagi masyarakat yang ingin melanjutkan kuliah tetapi terkendala informasi maupun pembiayaan.
“Melalui pusat layanan tersebut, masyarakat akan memperoleh informasi mengenai berbagai peluang beasiswa yang berasal dari pemerintah, perguruan tinggi, maupun lembaga lainnya,” kata Supian.
Layanan tersebut akan dipusatkan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Depok agar lebih mudah diakses masyarakat. Pemkot Depok juga telah menandatangani nota kesepahaman dengan beberapa perguruan tinggi, termasuk Universitas Budi Luhur, Universitas Trilogi, dan Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma.
Program ini sejalan dengan upaya pemerintah pusat dalam memperluas akses pendidikan tinggi, sebagaimana diulas dalam artikel Beasiswa Cendekia Baznas 2026: Subsidi UKT Rp7 Juta di 246 Kampus. Bagi calon mahasiswa yang membutuhkan informasi jalur masuk, panduan lengkapnya dapat dibaca di Ini Jalur Masuk Kuliah 2026: Panduan Lengkap SNBP, SNBT, dan Mandiri.
Biaya Hidup dan Kehidupan Mahasiswa di Depok
Menjadi mahasiswa di Depok, terutama bagi mereka yang merantau, membutuhkan adaptasi tersendiri. Biaya hidup di Depok untuk mahasiswa berada di kisaran Rp3.000.000 hingga Rp4.500.000 per bulan, tergantung gaya hidup dan pilihan tempat tinggal.
Bagi mahasiswa yang ingin hidup hemat, biaya bisa ditekan hingga Rp2.800.000 hingga Rp3.200.000 per bulan. Meskipun demikian, pengalaman kuliah di Depok dinilai positif oleh banyak mahasiswa. Seperti yang diungkapkan sejumlah mahasiswa UI asal Palembang, atmosfer akademik UI memang kompetitif, tetapi tekanan justru datang dari ambisi dan kecepatan belajar, bukan dari sistem yang menekan.
Organisasi kemahasiswaan juga menjadi wadah penting bagi mahasiswa untuk membangun relasi lintas fakultas dan mengembangkan diri. Hal ini sejalan dengan semangat orientasi kampus yang semakin inovatif, sebagaimana dibahas dalam artikel PKKMB 2026: Orientasi Kampus Makin Inovatif dan Beragam bagi Maba.
Tantangan Kesehatan Mental
Isu kesehatan mental mahasiswa juga menjadi perhatian serius di Depok. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tekanan akademik, persoalan keluarga, dan kesulitan adaptasi dapat mempengaruhi kondisi psikologis mahasiswa.
Kemdiktisaintek telah meminta seluruh perguruan tinggi memperkuat layanan bimbingan konseling. Langkah ini merupakan bagian dari upaya besar untuk menciptakan lingkungan kampus yang lebih suportif dan peduli terhadap kesejahteraan mahasiswa, sebagaimana diulas dalam artikel Kesehatan Mental Mahasiswa Jadi Sorotan Utama Kampus di Tahun 2026.
Kesimpulan
Dinamika pendidikan tinggi di Depok pada 2026 mencerminkan transformasi besar yang sedang berlangsung di Indonesia. UI terus berinovasi dengan membuka prodi AI dan mengembangkan hunian mahasiswa. UNM memperkuat posisinya sebagai Kampus Digital Bisnis dengan akreditasi Unggul. Sementara Pemkot Depok berupaya memperluas akses pendidikan melalui program beasiswa.
Tantangan tetap ada, mulai dari biaya hidup hingga kesehatan mental. Namun, dengan kolaborasi antara kampus, pemerintah, dan masyarakat, Depok terus memantapkan diri sebagai kota pendidikan yang inklusif dan berdaya saing.
Informasi terbaru seputar dunia kampus dan pendidikan tinggi di Depok dapat terus dipantau melalui Info Depok.
FAQ
1. Apa program studi baru di UI pada 2026?
UI membuka Program Studi Sarjana Kecerdasan Artifisial (AI) di Fakultas Ilmu Komputer pada penerimaan mahasiswa baru 2026.
2. Apa itu Sekolah Vokasi UI?
Sekolah Vokasi UI adalah perubahan nomenklatur dari Program Pendidikan Vokasi menjadi entitas akademik yang lebih otonom, diresmikan pada 31 Juli 2026.
3. Berapa biaya hidup mahasiswa di Depok?
Biaya hidup di Depok untuk mahasiswa berkisar Rp3.000.000 hingga Rp4.500.000 per bulan, tergantung gaya hidup dan pilihan tempat tinggal. Untuk gaya hidup hemat, bisa ditekan hingga Rp2.800.000–Rp3.200.000 per bulan.
4. Apa itu program Depok College Access?
Depok College Access (DCA) adalah program Pemkot Depok yang menargetkan 500 warga dapat kuliah gratis pada 2026, dengan layanan pusat informasi beasiswa di Mal Pelayanan Publik.
5. Apa keunggulan UNM di Depok?
UNM memiliki Program Studi Magister Ilmu Komputer dan Sains Data yang terakreditasi Unggul, menawarkan beasiswa UTBK hingga 100 persen, serta sistem pembayaran kuliah yang dapat dicicil.
6. Bagaimana akses transportasi ke kampus UI?
Bus TransJakarta telah masuk ke dalam lingkungan kampus UI dengan rute UI-Lebak Bulus MRT dan UI-Manggarai. Mahasiswa tidak dikenai tarif jika hanya berkeliling di dalam kampus.

